April 21, 2009

sale oh sale

Saya dendam :), dendam pada sebuah product berlambang buaya bernama crocs.

Bagaimana mungkin alas kaki terbuat dari karet itu sedemikian mahalnya. Ih... sakit hatiku setiap kali lewat di depan counternya, nyaris 400ribu harga yang harus dikeluarkan untuk bisa menginjaknya.

Tapi siapalah saya bisa protes-protes soal produk itu ditambah pula anak-anak saya (ehmmm terutama gadis kecil saya) adalah fans berat dari produk itu. Salah satu alasan, tentu karena warna-warni yang sangat eyecatching, plus nyaris semua teman-teman memilikinya...sempurnalah sudah alasan penting untuk memiliki sepatu itu.

Sayang Jogi, Lidya dan Jethro tidak seberuntung teman-teman mereka yang punya orangtua yang sangat baik hati dan berbudget cukup untuk membelikan sepatu itu buat mereka. Saya dan Ronald selalu mengajarkan mereka hidup sesuai dengan kemampuan kami. Itulah sebabnya sampai hari ini kami tak pernah punya PS, Gameboy dan sejenisnya, selain karena mahal kami pikir tak ada manfaat yang besar buat anak-anak kami. Ok you can call us pelit, we don't care. Kami punya prinsip sendiri untuk urusan begini.

Lidya sudah sangat lama memimpikan punya sepatu ini. Saya bilang padanya, "maaf nak mama belum sanggup membelikan, karena harganya sangat mahal". Saya bilang kalau dia ingin memilikinya cobalah menabung. Kemudian saya buat janji yang lain padanya, kalau nilai sekolah atau nilai pianonya bagus, saya berjanji mati-matian akan membelikannya. Ah.. saya jadi ingat pada papi saya, dia selalu melakukan hal yang sama pada saya dulu.

Sampai semua itu bisa terpenuhi saya hanya membelikan mereka sepatu karet tiruan yang saya beli dengan harga 25-30ribuan saja. Yang paling menyukakan hati saya, tak sedikitpun anak-anak becut (baca: cemberut) karena memakai sepatu tiruan itu.

Bahkan saya ingat sekali waktu ketika Lidya pergi bersama teman-temannya yang hampir semua pakai sepatu asli berbagai type, Lidya bilang "aku juga punya tapi yang palsu"... ih sedih juga loh dengarnya, tapi mo bilang apa janji is janji, commitment is commitment.

Akhirnya setelah sekian lama saya berjanji, saya menepati janji saya karena nilai piano Lidya bagus, walau tidak masuk sepuluh besar tapi semua nilainya diatas 80 bahkan diatas 85. Lidya senang banget, saya perhatikan setiap kali dia punya kesempatan mengakses computer saat weekend, dia sempatkan singgah di websitenya dan memandang-mandang type sepatu buaya favoritenya itu.

Bulan lalu saya belikan dia Malindi bewarna turqoise pujaannya, sambil saya bilang "ntar kita kongsi ya kak, gantian". Gadis saya setuju, tapi FYI sampe hari ini saya belum sempat menikmati sepatu pujaannya itu hehehe, soalnya kemanapun saat kami pergi dia selalu memakainya. Saya sempat mencoba, memang nyaman (dibanding KW nya yang sudah kami miliki sebelumnya). Semua akhirnya aman tentram dan damai, dia mendapatkan apa yang diidam-idamkannya dan saya melunasi hutang saya.

Sampai kemudian minggu lalu saya mendapatkan kiriman dibawah ini

I was like "WHAT????" discount???? 70%???? kenapa ga kemaren-kemaren seh????

Tapi lagi-lagi sapa sih saya ? Saya penasaran dong, dan saya dan niat sama sepupu saya Roi untuk mendatangi sale tersebut. Tapi ada perubahan karena ada berita duka, mami dan Roi harus berangkat ke Malang mengurus kematian sepupu saya Hemat Nababan. Rest in Peace mu dear cousin hiks... kisah hidupmu sangat sedih... andai saya tau... andai saya tau!

Saya sudah tak terlalu bersemangat lagi karena Roi tak ada menemani saya untuk ke sale itu. Saya sudah berencana, akan menyusul dari kantor, dan biar Roi datang duluan nanti kami ketemu disana. Tapi ketika kemudian sampai di kantor, 4ngel teman kantor saya tanya "jadi mau pergi ga mbak?", saya jadi semangat lagi karena ada teman hehehe.

Akhirnya kami berangkat juga, wah... perjuangannya tidak terceritakan deh tapi kalo dari cerita teman-teman lain, beruntung banget kami datang hari pertama walaupun ramai tapi tidak sesadis hari-hari selanjutnya... lucky me!

Ya dendam saya sudah terbalaskan, memiliki sepatu yang harganya ga masuk akan akhirnya jadi masuk akal karena discountnya yang besar-besaran. Ya... tx to Crocs give back, akhirnya saya tak perlu meminjam sepatunya Lidya lagi :), dan kita bisa gantian sekarang. Buat saya yang hobi menyambangi pameran, sale dll, sepatu ini cukup mendukung hehehe, mendukung saya untuk tidak cepat lelah dan betah kelayapan seharian... what an excuse!

Berhasil lah saya memiliki si Alice dan si Prima tersayang.
Sekian cerita yang ga penting-penting amat tapi bikin saya puas... sampai ketika malam terpaksa pijet sumo beraksi di betis dan paha saya. Sale ... oh... Sale

Quality will be prized as a precious possession

my cozy room, i'm typing while my hubby watching

April 19, 2009

back to life

wuih... gara-gara belakangan sibuk jadilah blog ini terlupakan.
Tapi mulai hari ini mau nulis lagi ah...
Saking banyaknya bingung mau nulis yang mana dulu.
kami lagi , sibuk karena abang jogi lagi siap-siap mau ujian nasional. Ronald sekarang 2 kali sebulan bolak balik ke Medan untuk pembangunan rumah mama Medan. Jadi rada bingung gimana bagi waktu untuk menemani Jogi belajar.

Tapi Tuhan kan selalu bekerja dengan cara yang mysterious, adik sepupu saya Roi si Pak Dokter itu sekarang sedang di jakarta, menunggu surat-suratnya keluar supaya dia bisa segera PTT. Dialah yang membantu kami mengajari Roi, dia sabar... luar biasa sabar malah menurut saya, ga kaya saya yang seringan ga sabar dan marah dalam mengajari Jogi :(. Saya lihat Jogi juga lebih semangat diajari uncle Roi (begitu dia memanggilnya). Sayapun tak perlu kuatir, adik sepupu saya itu luar biasa baik dan pintar, jadi dia berada di tangan yang tepat.
Soal bagaimana nanti hasilnya, semua saya serahkan kedalam tangan Tuhan. Saya tau betapa ajaibnya soal-soal ujian nasional, bagi seorang anak yang normal saja soalnya sudah cukup membingungkan, apalagi buat Jogi :(
Tapi kan tidak ada yang mustahil dimata Tuhan, yang penting kami usahakan yang terbaik, sisanya biar Tuhan yang menyelesaikannya.

Thanks God Jogi sudah dapat SMP yang mau menerima dia, saya berharap dia bisa mendapat yang terbaik disana kelak. Kadang saya mikirnya sering kelewat jauh, untung Ronald selalu mengingatkan saya, kesusahan sehari kan cukuplah buat sehari ya...
Saya beruntunglah dengan segala masalah yang kami hadapi masih banyak hal yang memudahkan di dalam kehidupan kami.

Satu hal yang selalu saya katakan pada Tuhan setiap malam di dalam doa saya adalah "terima kasih karena Tuhan sudah memberi saya anak-anak yang baik".
Dan hal yang paling membahagiakan adalah, ketika selesai berdoa Lidya mencium dan memeluk saya dan bilang "terima kasih ya ma.., karena mama sudah bilang aku anak yang baik"
So... apalagi yang harus tuntut dari Tuhan, tak ada lagi rasanya. Saya hanya harus ingat untuk berterima kasih padanya setiap hari. Thank you LORD.

from my cozy room

March 11, 2009

today's melody

everything

You're a falling star, You're the get away car.
You're the line in the sand when I go too far.
You're the swimming pool, on an August day.
And you're the perfect thing to say.

And you play it coy, but it's kinda cute.
Ah, When you smile at me you know exactly what you do.
Baby don't pretend, that you don't know it's true.
Cause you can see it when I look at you.

[Chorus:]
And in this crazy life,
and through these crazy times
It's you, it's you,
You make me sing.
You're every line,
you're every word,
you're everything.

You're a carousel, you're a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You're a mystery, you're from outer space,
You're every minute of my everyday.

And I can't believe, uh that I'm your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we'll see it through,
And you know that's what our love can do.

[Chorus:]
And in this crazy life,
and through these crazy times
It's you, it's you,
You make me sing
You're every line,
you're every word,
you're everything.

So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La

[Chorus:]
And in this crazy life,
and through these crazy times
It's you, it's you,
You make me sing.
You're every line,
you're every word,
you're everything.

You're every song,
and I sing along.'
Cause you're my everything.
Yeah, yeah
So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La, La, La, La, La

setelah jam terbangun jam 3 pagi dan tidak bisa tidur lagi, saya mengisi blog ini kembali.
i miss my other half so much...., and i dedicated this song for him


Michael Bublé - Everything - Michael Bublé

January 22, 2009

feeling soooo blue

Blog ini sudah berdebu..... sangat berdebu, debu nya sudah sangat tebal karena sudah sebulan tak saya sentuh, tepatnya sudah 2 bulan saya berhenti menyentuhnya dengan tulisan-tulisan saya.

Hari ini saya kembali, kembali untuk membersihkan debu-debunya, kembali menyentuhnya dengan rasa sedih dan nyeri yang luar biasa... saya berharap menuliskannya bisa melepaskan sedikit rasa nyeri itu.

Saya dan Ronald sedang bergumul, pergumulan yang membawa kami ke masa-masa lebih dari 6 tahun lalu saat kami hendak mencari sekolah untuk Jogi anak kami. Saat itu kami hanya berbekal doa, harapan dan tentu saja semangat, bahwa diluar sana .... pasti ada satu sekolah yang menerima anak kami, dan cocok buat dia dan tentu saja bisa mendidik dia dengan kasih sayang. Tuhan mengantarkan kami, membelokkan arah mobil kami dan bertemulah kami dengan sekolahnya yang sekarang.

Sekarang sudah sebulan inilah kami kembali disibukkan mencari sekolah, karena sebentar lagi Jogi harus masuk SMP sedangkan sekolah sekarang hanya sampai SD. Saya dan Ronald bernostalgia lagi, kami sangat bersyukur, kami berdua sampai hari ini masih tetap selalu bisa bersama untuk mengurus ketiga anak kami dalam suka terutama dalam duka. Tidaklah gampang melaluinya, tapi disaat saya "feeling so blue" Ronald selalu bisa meyakinkan saya bahwa akan selalu ada jalan.
Bukan.... bukan saya tak percaya pada Tuhan, tapi kadang sebagai manusia, sebagai seorang ibu kekuatiran saya terlalu berlebihan :(

Kadang saya merasa kasihan pada Jogi, mengapa begitu susahnya masyarakat, terutama sekolah menerima keberadaan anak-anak seperti dia. Ga usah jauh-jauh, di sekeliling saja masih banyak orang yang menganggap anak-anak ini sebagai bahan olok-olokan.
Ah... sabar ya nak, pasti ada, ada sekolah bagus yang cocok dan mau menerima anak luar biasa kamu sebagai murid mereka. Karena kamu anak yang luar biasa dimata mama.

love u bang!

December 29, 2008

Merry Christmas and Happy New Year

Dear Friends and family,


We would like to wish you :
Merry Christmas and Happy New Year 2009


love :

the sinagas